Subscribe to Educational Blog
Subscribe to Educational Blog
My Facebook
My Facebook
Join to My Twitter
Join to My Twitter
Share Your Pictures Here
Share Your Pictures Here
Pasang Iklan
Pasang Iklan Disini
Gabung dapat dollar
Gabung di Chitika
Toko Buku Murah
Belanja Buku Masukkan Kode K1-5388D3-1
Jasa Iklan Indonesia
Jasa Iklan Indonesia Adsensecamp
Penghasil Duit
Penghasil Duit
Sharing foto sambil dapat UANG
Sharing Foto sambil dapat UANG
Free Domain
Free Domain
Download Berbayar
Download Berbayar
Text Link
Text Link
Sponsor Review
Sponsor Review
Ask2 Link
Ask2 Link
Blog Review
Blog Review

Sex dengan PACAR

Hati-hati kalau pacar mengajak berhubungan seks
Hati-hati kalau pacar mengajak berhubungan seks

95 Orang tewas

Penyerangan Mesjid di Pakistan
95 Orang Tewas

HUT Jakarta ke 483

Menyambut Hut Jakarta
HUT Jakarta ke 483

Info KPK

Seleksi Pemilihan Ketua KPK periode 2010-2014
News Updates and Informations

Sentuhan

Sentuhan itu perlu di dalam berpacaran. Contohnya pegangan
Sentuhan

Bagaimana Membuat si Dia jatuh cinta

Ingin menarik perhatian si dia, kamu tidak perlu mobil mewah, pakaian bermerk atau mentraktir di restoran mewah
titel foto
free counters
Tampilkan postingan dengan label seputar kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seputar kampus. Tampilkan semua postingan

WIFI - GPS System - pantau dan control system Kereta Api

05.36 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses
klik dan beri poin penilaianmu di link http://fellowship.plasaindigo.com/index.php/indigo/details/30/1286288579

Wifi and GPS system merupakan konsep system terpadu dalam menyikapi permasalahan Kereta Api di Indonesia yang hampir tiap tahun menelan banyak korban jiwa, sebenarnya di beberapa Negara maju system terapan dalam kereta api telah di integrasi dalam automatic system, namun kenyataannya system yang digunakan di Indonesia menggunakan cara manual sehingga sangat rentan akan terjadinya kesalahan dengan dalih Human Error, mengapa kita tidak belajar dari beberapa pengalaman yang terjadi ?

Read more...

Solusi Global Warming berbasis ICT – Transfer Karbon Dioksida

04.27 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses
Vote my idea on indigo contest 2010 klik >> http://fellowship.plasaindigo.com/index.php/indigo/details/32/1286349697

hutan yang terdiri dari tanaman sangat membutuhkan gas CO2 tersebut sebagai bagian dari proses alamiah tumbuhan, walaupun tumbuhan dapat berfungsi menyerap CO2 kemampuan daya serap sangat terbatas karena kebutuhan tumbuhan akan gas tersebut tidak terlalu banyak sehingga perlu dibangun sebuah system terpadu untuk mengurangi gas CO2 tersebut

Read more...

Kuliah Perdana Semester Genap

17.42 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses
















KONDISI perkuliahan kampus YPUP MAKASSAR terlihat sepi pada kuliah perdana semester genap pada setiap jurusan menurut beberapa mahasiswa yang dikonfirmasi masalah ini menyebutkan masih ada diantara mahasiswa yang menambah waktu istirahat karena dirasakan masih minimnya waktu libur mereka.Namun kegiatan PBM perkuliahan masih tetap berjalan sesuai dengan ketentuan dari kampus YPUP.

Bagi sebagian besar mahasiswa, dalam hal mencari ilmu itu merupakan pilihan jadi sangat tergantung pada individu masing-masing.Terlepas dari itu pihak masiswa juga ada yang menyayangkan dibekukannya organisasi mahasiswa pada kampus tersebut sehingga tidak dapat menampung aspirasi para mahasiswa dalam berorganisasi.

Mencermati hal tersebut pada masing-masing jurusan telah mengadakan organisasi intern yang bersifat independen diharapkan dapat menuangkan ide kreatif tanpa menganggu kegiatan perkuliahan mereka.Bengkel Seni merupakan contoh organisasi YPUP yang masih tetap berjalan walaupun dalam hal ini sifatnya intern.


Read more...

Kategori Pengangguran Menurut Intensif

16.35 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses
Pengangguran Penuh....

A.Pengangguran Penuh

Penganggur jenis ini adalah mereka yang ingin bekerja, berusaha mendapatkan dan mencari pekerjaan. Tetapi tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali. Penganggur tidak melakukan aktifitasnya yang menghasilkan.

B.Setengah Penganggur

Setengah penganggur atau banyak literature yang meggunakan istilah setengah pengangguran. Tetapi istilah ini tidak konsisten yaitu mereka yang bekerja tetapikurang dari 35 jam seminggu. Sebagai standarumum seorang pekerja memiliki kewajiban untuk bekerja selama 40 jam seminggu di Indonesia dan kebanyakan Negara. Negara maju mulai menerapkan standar kerja sebanyak 35 jam dinaggap bekerja tetapi tidak penuh, atau menganggur tapi tidak sepenuhnya menganggur.

C.Penganggur Terselubung

Penganggur terselubung dalam kelompok ini adal;ah mereka yang sepertinya bekerja untuk mendapatkan upah, tetapi pekerjaan yang dilakukannya tidak produktif. Pekerjaan yang dilakukan sering diciptakan oleh pemerintah untuk mencapai lapangan kerja sementara dalam kondisi ekonomi yang tidak baik.



Read more...

Nama Gunung, Tinggi dan Letaknya di Indonesia Diurutkan Berdasarkan Tinggi

16.02 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses
Gunung Wetar Memiliki Tinggi 5.282 meter Berada di....
Gunung Wetar Memiliki Tinggi 5.282 meter Berada di Propinsi Maluku
Gunung Jaya/Ngapulu Memiliki Tinggi 5.030 meter Berada di Propinsi Papua
Gunung Api Memiliki Tinggi 5.000 meter Berada di Propinsi Pulau Sangir
Gunung Dwikora Memiliki Tinggi 4.750 meter Berada di Propinsi Papua
Gunung Trikora Memiliki Tinggi 4.750 meter Berada di Propinsi Papua
Gunung Mandala Memiliki Tinggi 4.700 meter Berada di Propinsi Papua
Gunung Wurlali Memiliki Tinggi 4.668 meter Berada di Propinsi Maluku
Gunung Yamin Memiliki Tinggi 4.595 meter Berada di Propinsi Papua
Gunung Laworkawra Memiliki Tinggi 4.481 meter Berada di Propinsi Maluku
Gunung Leuser Memiliki Tinggi 4.446 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Serawema Memiliki Tinggi 4.355 meter Berada di Propinsi Maluku
Gunung Legatala Memiliki Tinggi 4.241 meter Berada di Propinsi Maluku
Gunung Nieuwerkerk Memiliki Tinggi 4.185 meter Berada di Propinsi Maluku
Gunung Derabaro Memiliki Tinggi 4.150 meter Berada di Propinsi Papua
Gunung Kerinci Memiliki Tinggi 3.800 meter Berada di Propinsi Sumatra Barat
Gunung Batutara Memiliki Tinggi 3.750 meter Berada di Propinsi NTT
Gunung Rinjani Memiliki Tinggi 3.726 meter Berada di Propinsi Lombok
Gunung Mahameru Memiliki Tinggi 3.676 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Semeru Memiliki Tinggi 3.676 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Anuan Memiliki Tinggi 3.673 meter Berada di Propinsi Sulawesi Selatan
Gunung Rantemado Memiliki Tinggi 3.445 meter Berada di Propinsi Sulawesi Selatan
Gunung Slamet Memiliki Tinggi 3.418 meter Berada di Propinsi Jawa Tengah
Gunung Sumbing Memiliki Tinggi 3.371 meter Berada di Propinsi Jawa Tengah
Gunung Yaramamafaka Memiliki Tinggi 3.370 meter Berada di Propinsi Papua
Gunung Arjuna Memiliki Tinggi 3.339 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Raung Memiliki Tinggi 3.332 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Awu Memiliki Tinggi 3.330 meter Berada di Propinsi Sulawesi Utara
Gunung Kulawi Memiliki Tinggi 3.311 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Lawu Memiliki Tinggi 3.265 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Sonjo Memiliki Tinggi 3.225 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Welirang Memiliki Tinggi 3.166 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Dempo Memiliki Tinggi 3.159 meter Berada di Propinsi Bengkulu
Gunung Agung Memiliki Tinggi 3.142 meter Berada di Propinsi Bali
Gunung Merbabu Memiliki Tinggi 3.142 meter Berada di Propinsi Jawa Tengah
Gunung Argopuro Memiliki Tinggi 3.088 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Redoura Memiliki Tinggi 3.083 meter Berada di Propinsi Papua
Gunung Mueajan Memiliki Tinggi 3.079 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Cireme Memiliki Tinggi 3.078 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Gandadinata Memiliki Tinggi 3.074 meter Berada di Propinsi Sulawesi Selatan
Gunung Bandahara Memiliki Tinggi 3.030 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Panet sagu Memiliki Tinggi 3.019 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Pangrango Memiliki Tinggi 3.019 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Binaiya Memiliki Tinggi 3.019 meter Berada di Propinsi Maluku
Gunung Balease Memiliki Tinggi 3.016 meter Berada di Propinsi Sulawesi Selatan
Gunung Abong-abong Memiliki Tinggi 3.015 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Kwoko Memiliki Tinggi 3.000 meter Berada di Propinsi Papua
Gunung Gede Memiliki Tinggi 2.958 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Suket Memiliki Tinggi 2.950 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Kambuno Memiliki Tinggi 2.950 meter Berada di Propinsi Sulawesi Selatan
Gunung Kondo Memiliki Tinggi 2.947 meter Berada di Propinsi NTB
Gunung Arfak Memiliki Tinggi 2.940 meter Berada di Propinsi Papua
Gunung Masurai Memiliki Tinggi 2.935 meter Berada di Propinsi Jambi
Gunung Merapi Memiliki Tinggi 2.914 meter Berada di Propinsi Jawa Tengah
Gunung Talakmau Memiliki Tinggi 2.912 meter Berada di Propinsi Sumatra Barat
Gunung Pasaman Memiliki Tinggi 2.900 meter Berada di Propinsi Sumatra Barat
Gunung Marapai Memiliki Tinggi 2.891 meter Berada di Propinsi Sumatra Barat
Gunung Tolondokalaud Memiliki Tinggi 2.884 meter Berada di Propinsi Sulawesi Selatan
Gunung Seblat Memiliki Tinggi 2.883 meter Berada di Propinsi Bengkulu
Gunung Singgalang Memiliki Tinggi 2.877 meter Berada di Propinsi Sumatra Barat
Gunung Lampobatang Memiliki Tinggi 2.871 meter Berada di Propinsi Sulawesi Selatan
Gunung Butak Memiliki Tinggi 2.868 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Tambora Memiliki Tinggi 2.851 meter Berada di Propinsi NTB
Gunung Bateekeubeu Memiliki Tinggi 2.840 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Cikurai Memiliki Tinggi 2.821 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Patah Memiliki Tinggi 2.817 meter Berada di Propinsi Bengkulu
Gunung Merapi Memiliki Tinggi 2.800 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Mengkoka Memiliki Tinggi 2.790 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tenggara
Gunung Bapagat Memiliki Tinggi 2.732 meter Berada di Propinsi Bengkulu
Gunung Gamalama Memiliki Tinggi 2.700 meter Berada di Propinsi Maluku
Gunung Karangetung Memiliki Tinggi 2.700 meter Berada di Propinsi Sulawesi Utara
Gunung Pantai Cermin Memiliki Tinggi 2.690 meter Berada di Propinsi Sumatra Barat
Gunung Togwomeri Memiliki Tinggi 2.680 meter Berada di Propinsi Papua
Gunung Bumi Geureudong Memiliki Tinggi 2.670 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Sinajai Memiliki Tinggi 2.669 meter Berada di Propinsi Sulawesi Selatan
Gunung Papandayan Memiliki Tinggi 2.665 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Kabinturu Memiliki Tinggi 2.655 meter Berada di Propinsi Sulawesi Selatan
Gunung Kawi Memiliki Tinggi 2.651 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Paroreang Memiliki Tinggi 2.616 meter Berada di Propinsi Sulawesi Selatan
Gunung Bumi Telong Memiliki Tinggi 2.600 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Talang Memiliki Tinggi 2.597 meter Berada di Propinsi Sumatra Barat
Gunung Geureudong Memiliki Tinggi 2.590 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Perahu Memiliki Tinggi 2.565 meter Berada di Propinsi Jawa Tengah
Gunung Ogoamas Memiliki Tinggi 2.565 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Mad Memiliki Tinggi 2.552 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Tanamatua Memiliki Tinggi 2.543 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Perkison Memiliki Tinggi 2.532 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Liman Memiliki Tinggi 2.512 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Colo Memiliki Tinggi 2.509 meter Berada di Propinsi Sulawesi Utara
Gunung Rerekautimdu Memiliki Tinggi 2.508 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Sumbing Memiliki Tinggi 2.507 meter Berada di Propinsi Jambi
Gunung Tangga Memiliki Tinggi 2.500 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Jambangan Memiliki Tinggi 2.482 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Lompopana Memiliki Tinggi 2.480 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Gadang Memiliki Tinggi 2.466 meter Berada di Propinsi Bengkulu
Gunung Sibuatan Memiliki Tinggi 2.457 meter Berada di Propinsi Sumatra Utara
Gunung Lambuno Memiliki Tinggi 2.443 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Malino Memiliki Tinggi 2.443 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Tandiket Memiliki Tinggi 2.438 meter Berada di Propinsi Sumatra Barat
Gunung Patuha Memiliki Tinggi 2.434 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Kapaladmada Memiliki Tinggi 2.429 meter Berada di Propinsi Maluku
Gunung Tambusisi Memiliki Tinggi 2.422 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Sinabung Memiliki Tinggi 2.412 meter Berada di Propinsi Sumatra Utara
Gunung Ranakah Memiliki Tinggi 2.400 meter Berada di Propinsi NTT
Gunung Butumpu Memiliki Tinggi 2.400 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Tumpu Memiliki Tinggi 2.400 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Bromo Memiliki Tinggi 2.392 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Ulumasen Memiliki Tinggi 2.390 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Bismo Memiliki Tinggi 2.365 meter Berada di Propinsi Jawa Tengah
Gunung Nokilalaki Memiliki Tinggi 2.355 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Nangi Memiliki Tinggi 2.330 meter Berada di Propinsi NTB
Gunung Malabar Memiliki Tinggi 2.321 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Pekawa Memiliki Tinggi 2.314 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Daku Memiliki Tinggi 2.304 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Dampal Memiliki Tinggi 2.304 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Sihabuhabu Memiliki Tinggi 2.300 meter Berada di Propinsi Sumatra Utara
Gunung Anjasmoro Memiliki Tinggi 2.282 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Maruwali Memiliki Tinggi 2.280 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Bukitraya Memiliki Tinggi 2.278 meter Berada di Propinsi Kalimantan Barat
Gunung Batukau Memiliki Tinggi 2.276 meter Berada di Propinsi Bali
Gunung Maitang Memiliki Tinggi 2.262 meter Berada di Propinsi Sumatra Barat
Gunung Dali Memiliki Tinggi 2.253 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Guntur Memiliki Tinggi 2.249 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Cemarakuning Memiliki Tinggi 2.248 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Inerie Memiliki Tinggi 2.245 meter Berada di Propinsi Pulau Flores
Gunung Liangpran Memiliki Tinggi 2.240 meter Berada di Propinsi Kalimantan Timur
Gunung Lumut Memiliki Tinggi 2.234 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Besagi Memiliki Tinggi 2.232 meter Berada di Propinsi Sumatra Selatan
Gunung Towengkeli Memiliki Tinggi 2.229 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Runcing Memiliki Tinggi 2.221 meter Berada di Propinsi Bengkulu
Gunung Salak Memiliki Tinggi 2.211 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Gentilomatinan Memiliki Tinggi 2.207 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Tentolomatinan Memiliki Tinggi 2.207 meter Berada di Propinsi Sulawesi Utara
Gunung Bukittunggul Memiliki Tinggi 2.203 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Telaga Bodas Memiliki Tinggi 2.201 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Sipoimcim Memiliki Tinggi 2.199 meter Berada di Propinsi Sumatra Utara
Gunung Argomayang Memiliki Tinggi 2.198 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Ophir Memiliki Tinggi 2.191 meter Berada di Propinsi Sumatra Barat
Gunung Tinombala Memiliki Tinggi 2.183 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Kancana Memiliki Tinggi 2.182 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Wayang Memiliki Tinggi 2.181 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Rogojembangan Memiliki Tinggi 2.177 meter Berada di Propinsi Jawa Tengah
Gunung Kalau Memiliki Tinggi 2.171 meter Berada di Propinsi Sumatra Utara
Gunung Wilis Memiliki Tinggi 2.169 meter Berada di Propinsi Jawa TImur
Gunung Galunggung Memiliki Tinggi 2.168 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Harun Memiliki Tinggi 2.160 meter Berada di Propinsi Kalimantan Timur
Gunung Abang Memiliki Tinggi 2.152 meter Berada di Propinsi Bali
Gunung Sundoro Memiliki Tinggi 2.151 meter Berada di Propinsi Jawa Tengah
Gunung Sorik Merapi Memiliki Tinggi 2.145 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Ebulolobo Memiliki Tinggi 2.123 meter Berada di Propinsi NTB
Gunung Tangkitlebak Memiliki Tinggi 2.115 meter Berada di Propinsi Bengkulu
Gunung Sibela Memiliki Tinggi 2.111 meter Berada di Propinsi Maluku
Gunung Tinjaulaut Memiliki Tinggi 2.105 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Tanggamas Memiliki Tinggi 2.102 meter Berada di Propinsi Lampung
Gunung Sidole Memiliki Tinggi 2.099 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Catur Memiliki Tinggi 2.098 meter Berada di Propinsi Bali
Gunung Sibayak Memiliki Tinggi 2.094 meter Berada di Propinsi Sumatra Utara
Gunung Sangiang Memiliki Tinggi 2.087 meter Berada di Propinsi Bali
Gunung Tangkuban Perahu Memiliki Tinggi 2.084 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Masigit Memiliki Tinggi 2.078 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Keknemo Memiliki Tinggi 2.070 meter Berada di Propinsi NTT
Gunung Boliohutu Memiliki Tinggi 2.065 meter Berada di Propinsi Sulawesi Utara
Gunung Burangrong Memiliki Tinggi 2.064 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Windu Memiliki Tinggi 2.054 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Ungaran Memiliki Tinggi 2.050 meter Berada di Propinsi Jawa Tengah
Gunung Gedang Memiliki Tinggi 2.050 meter Berada di Propinsi Sumatra Barat
Gunung Tilu Memiliki Tinggi 2.040 meter Berada di Propinsi Jawa Barat
Gunung Salai Memiliki Tinggi 2.040 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Panjang Memiliki Tinggi 2.023 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Gawalisi Memiliki Tinggi 2.023 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tengah
Gunung Klabat Memiliki Tinggi 2.022 meter Berada di Propinsi Sulawesi Utara
Gunung Dingin Memiliki Tinggi 2.020 meter Berada di Propinsi Bengkulu
Gunung Segama Memiliki Tinggi 2.015 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Tampunanjing Memiliki Tinggi 2.008 meter Berada di Propinsi Sumatra Utara
Gunung Watuwila Memiliki Tinggi 2.000 meter Berada di Propinsi Sulawesi Tenggara
Gunung Kelud Memiliki Tinggi 1.731 meter Berada di Propinsi Jawa Timur
Gunung Batur Memiliki Tinggi 1.717 meter Berada di Propinsi Bali
Gunung Kalimutu Memiliki Tinggi 1.640 meter Berada di Propinsi NTB
Gunung Muria Memiliki Tinggi 1.602 meter Berada di Propinsi Jawa Tengah
Gunung Bateemecica Memiliki Tinggi 1.140 meter Berada di Propinsi DI Aceh
Gunung Krakatau Memiliki Tinggi 913 meter Berada di Propinsi Lampung



Read more...

Nama Gunung, Tinggi dan Letaknya di Indonesia Diurutkan Berdasarkan Abjad

16.01 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses
Gunung Abang Memiliki Tinggi 2.152 meter Berada...
Gunung Abang Memiliki Tinggi 2.152 meter Berada di Provinsi Bali
Gunung Abong-abong Memiliki Tinggi 3.015 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Agung Memiliki Tinggi 3.142 meter Berada di Provinsi Bali
Gunung Anjasmoro Memiliki Tinggi 2.282 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Anuan Memiliki Tinggi 3.673 meter Berada di Provinsi Sulawesi Selatan
Gunung Api Memiliki Tinggi 5.000 meter Berada di Provinsi Pulau Sangir
Gunung Arfak Memiliki Tinggi 2.940 meter Berada di Provinsi Papua
Gunung Argomayang Memiliki Tinggi 2.198 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Argopuro Memiliki Tinggi 3.088 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Arjuna Memiliki Tinggi 3.339 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Awu Memiliki Tinggi 3.330 meter Berada di Provinsi Sulawesi Utara
Gunung Balease Memiliki Tinggi 3.016 meter Berada di Provinsi Sulawesi Selatan
Gunung Bandahara Memiliki Tinggi 3.030 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Bapagat Memiliki Tinggi 2.732 meter Berada di Provinsi Bengkulu
Gunung Bateekeubeu Memiliki Tinggi 2.840 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Bateemecica Memiliki Tinggi 1.140 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Batukau Memiliki Tinggi 2.276 meter Berada di Provinsi Bali
Gunung Batur Memiliki Tinggi 1.717 meter Berada di Provinsi Bali
Gunung Batutara Memiliki Tinggi 3.750 meter Berada di Provinsi NTT
Gunung Besagi Memiliki Tinggi 2.232 meter Berada di Provinsi Sumatra Selatan
Gunung Binaiya Memiliki Tinggi 3.019 meter Berada di Provinsi Maluku
Gunung Bismo Memiliki Tinggi 2.365 meter Berada di Provinsi Jawa Tengah
Gunung Boliohutu Memiliki Tinggi 2.065 meter Berada di Provinsi Sulawesi Utara
Gunung Bromo Memiliki Tinggi 2.392 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Bukitraya Memiliki Tinggi 2.278 meter Berada di Provinsi Kalimantan Barat
Gunung Bukittunggul Memiliki Tinggi 2.203 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Burangrong Memiliki Tinggi 2.064 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Bumi Geureudong Memiliki Tinggi 2.670 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Bumi Telong Memiliki Tinggi 2.600 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Butak Memiliki Tinggi 2.868 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Butumpu Memiliki Tinggi 2.400 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Catur Memiliki Tinggi 2.098 meter Berada di Provinsi Bali
Gunung Cemarakuning Memiliki Tinggi 2.248 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Cikurai Memiliki Tinggi 2.821 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Cireme Memiliki Tinggi 3.078 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Colo Memiliki Tinggi 2.509 meter Berada di Provinsi Sulawesi Utara
Gunung Daku Memiliki Tinggi 2.304 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Dali Memiliki Tinggi 2.253 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Dampal Memiliki Tinggi 2.304 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Dempo Memiliki Tinggi 3.159 meter Berada di Provinsi Bengkulu
Gunung Derabaro Memiliki Tinggi 4.150 meter Berada di Provinsi Papua
Gunung Dingin Memiliki Tinggi 2.020 meter Berada di Provinsi Bengkulu
Gunung Dwikora Memiliki Tinggi 4.750 meter Berada di Provinsi Papua
Gunung Ebulolobo Memiliki Tinggi 2.123 meter Berada di Provinsi NTB
Gunung Gadang Memiliki Tinggi 2.466 meter Berada di Provinsi Bengkulu
Gunung Galunggung Memiliki Tinggi 2.168 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Gamalama Memiliki Tinggi 2.700 meter Berada di Provinsi Maluku
Gunung Gandadinata Memiliki Tinggi 3.074 meter Berada di Provinsi Sulawesi Selatan
Gunung Gawalisi Memiliki Tinggi 2.023 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Gedang Memiliki Tinggi 2.050 meter Berada di Provinsi Sumatra Barat
Gunung Gede Memiliki Tinggi 2.958 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Gentilomatinan Memiliki Tinggi 2.207 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Geureudong Memiliki Tinggi 2.590 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Guntur Memiliki Tinggi 2.249 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Harun Memiliki Tinggi 2.160 meter Berada di Provinsi Kalimantan Timur
Gunung Inerie Memiliki Tinggi 2.245 meter Berada di Provinsi Pulau Flores
Gunung Jambangan Memiliki Tinggi 2.482 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Jaya/Ngapulu Memiliki Tinggi 5.030 meter Berada di Provinsi Papua
Gunung Kabinturu Memiliki Tinggi 2.655 meter Berada di Provinsi Sulawesi Selatan
Gunung Kalau Memiliki Tinggi 2.171 meter Berada di Provinsi Sumatra Utara
Gunung Kalimutu Memiliki Tinggi 1.640 meter Berada di Provinsi NTB
Gunung Kambuno Memiliki Tinggi 2.950 meter Berada di Provinsi Sulawesi Selatan
Gunung Kancana Memiliki Tinggi 2.182 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Kapaladmada Memiliki Tinggi 2.429 meter Berada di Provinsi Maluku
Gunung Karangetung Memiliki Tinggi 2.700 meter Berada di Provinsi Sulawesi Utara
Gunung Kawi Memiliki Tinggi 2.651 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Keknemo Memiliki Tinggi 2.070 meter Berada di Provinsi NTT
Gunung Kelud Memiliki Tinggi 1.731 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Kerinci Memiliki Tinggi 3.800 meter Berada di Provinsi Sumatra Barat
Gunung Klabat Memiliki Tinggi 2.022 meter Berada di Provinsi Sulawesi Utara
Gunung Kondo Memiliki Tinggi 2.947 meter Berada di Provinsi NTB
Gunung Krakatau Memiliki Tinggi 913 meter Berada di Provinsi Lampung
Gunung Kulawi Memiliki Tinggi 3.311 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Kwoko Memiliki Tinggi 3.000 meter Berada di Provinsi Papua
Gunung Lambuno Memiliki Tinggi 2.443 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Lampobatang Memiliki Tinggi 2.871 meter Berada di Provinsi Sulawesi Selatan
Gunung Laworkawra Memiliki Tinggi 4.481 meter Berada di Provinsi Maluku
Gunung Lawu Memiliki Tinggi 3.265 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Legatala Memiliki Tinggi 4.241 meter Berada di Provinsi Maluku
Gunung Leuser Memiliki Tinggi 4.446 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Liangpran Memiliki Tinggi 2.240 meter Berada di Provinsi Kalimantan Timur
Gunung Liman Memiliki Tinggi 2.512 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Lompopana Memiliki Tinggi 2.480 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Lumut Memiliki Tinggi 2.234 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Mad Memiliki Tinggi 2.552 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Mahameru Memiliki Tinggi 3.676 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Maitang Memiliki Tinggi 2.262 meter Berada di Provinsi Sumatra Barat
Gunung Malabar Memiliki Tinggi 2.321 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Malino Memiliki Tinggi 2.443 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Mandala Memiliki Tinggi 4.700 meter Berada di Provinsi Papua
Gunung Marapai Memiliki Tinggi 2.891 meter Berada di Provinsi Sumatra Barat
Gunung Maruwali Memiliki Tinggi 2.280 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Masigit Memiliki Tinggi 2.078 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Masurai Memiliki Tinggi 2.935 meter Berada di Provinsi Jambi
Gunung Mengkoka Memiliki Tinggi 2.790 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tenggara
Gunung Merapi Memiliki Tinggi 2.914 meter Berada di Provinsi Jawa Tengah
Gunung Merapi Memiliki Tinggi 2.800 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Merbabu Memiliki Tinggi 3.142 meter Berada di Provinsi Jawa Tengah
Gunung Mueajan Memiliki Tinggi 3.079 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Muria Memiliki Tinggi 1.602 meter Berada di Provinsi Jawa Tengah
Gunung Nangi Memiliki Tinggi 2.330 meter Berada di Provinsi NTB
Gunung Nieuwerkerk Memiliki Tinggi 4.185 meter Berada di Provinsi Maluku
Gunung Nokilalaki Memiliki Tinggi 2.355 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Ogoamas Memiliki Tinggi 2.565 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Ophir Memiliki Tinggi 2.191 meter Berada di Provinsi Sumatra Barat
Gunung Panet sagu Memiliki Tinggi 3.019 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Pangrango Memiliki Tinggi 3.019 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Panjang Memiliki Tinggi 2.023 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Pantai Cermin Memiliki Tinggi 2.690 meter Berada di Provinsi Sumatra Barat
Gunung Papandayan Memiliki Tinggi 2.665 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Paroreang Memiliki Tinggi 2.616 meter Berada di Provinsi Sulawesi Selatan
Gunung Pasaman Memiliki Tinggi 2.900 meter Berada di Provinsi Sumatra Barat
Gunung Patah Memiliki Tinggi 2.817 meter Berada di Provinsi Bengkulu
Gunung Patuha Memiliki Tinggi 2.434 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Pekawa Memiliki Tinggi 2.314 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Perahu Memiliki Tinggi 2.565 meter Berada di Provinsi Jawa Tengah
Gunung Perkison Memiliki Tinggi 2.532 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Ranakah Memiliki Tinggi 2.400 meter Berada di Provinsi NTT
Gunung Rantemado Memiliki Tinggi 3.445 meter Berada di Provinsi Sulawesi Selatan
Gunung Raung Memiliki Tinggi 3.332 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Redoura Memiliki Tinggi 3.083 meter Berada di Provinsi Papua
Gunung Rerekautimdu Memiliki Tinggi 2.508 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Rinjani Memiliki Tinggi 3.726 meter Berada di Provinsi Lombok
Gunung Rogojembangan Memiliki Tinggi 2.177 meter Berada di Provinsi Jawa Tengah
Gunung Runcing Memiliki Tinggi 2.221 meter Berada di Provinsi Bengkulu
Gunung Salai Memiliki Tinggi 2.040 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Salak Memiliki Tinggi 2.211 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Sangiang Memiliki Tinggi 2.087 meter Berada di Provinsi Bali
Gunung Seblat Memiliki Tinggi 2.883 meter Berada di Provinsi Bengkulu
Gunung Segama Memiliki Tinggi 2.015 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Semeru Memiliki Tinggi 3.676 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Serawema Memiliki Tinggi 4.355 meter Berada di Provinsi Maluku
Gunung Sibela Memiliki Tinggi 2.111 meter Berada di Provinsi Maluku
Gunung Sibayak Memiliki Tinggi 2.094 meter Berada di Provinsi Sumatra Utara
Gunung Sibuatan Memiliki Tinggi 2.457 meter Berada di Provinsi Sumatra Utara
Gunung Sidole Memiliki Tinggi 2.099 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Sihabuhabu Memiliki Tinggi 2.300 meter Berada di Provinsi Sumatra Utara
Gunung Sinabung Memiliki Tinggi 2.412 meter Berada di Provinsi Sumatra Utara
Gunung Sinajai Memiliki Tinggi 2.669 meter Berada di Provinsi Sulawesi Selatan
Gunung Singgalang Memiliki Tinggi 2.877 meter Berada di Provinsi Sumatra Barat
Gunung Sipoimcim Memiliki Tinggi 2.199 meter Berada di Provinsi Sumatra Utara
Gunung Slamet Memiliki Tinggi 3.418 meter Berada di Provinsi Jawa Tengah
Gunung Sonjo Memiliki Tinggi 3.225 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Sorik Merapi Memiliki Tinggi 2.145 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Suket Memiliki Tinggi 2.950 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Sumbing Memiliki Tinggi 2.507 meter Berada di Provinsi Jambi
Gunung Sumbing Memiliki Tinggi 3.371 meter Berada di Provinsi Jawa Tengah
Gunung Sundoro Memiliki Tinggi 2.151 meter Berada di Provinsi Jawa Tengah
Gunung Talakmau Memiliki Tinggi 2.912 meter Berada di Provinsi Sumatra Barat
Gunung Talang Memiliki Tinggi 2.597 meter Berada di Provinsi Sumatra Barat
Gunung Tambora Memiliki Tinggi 2.851 meter Berada di Provinsi NTB
Gunung Tambusisi Memiliki Tinggi 2.422 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Tampunanjing Memiliki Tinggi 2.008 meter Berada di Provinsi Sumatra Utara
Gunung Tandiket Memiliki Tinggi 2.438 meter Berada di Provinsi Sumatra Barat
Gunung Tangga Memiliki Tinggi 2.500 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Tanggamas Memiliki Tinggi 2.102 meter Berada di Provinsi Lampung
Gunung Tangkitlebak Memiliki Tinggi 2.115 meter Berada di Provinsi Bengkulu
Gunung Tangkuban Perahu Memiliki Tinggi 2.084 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Tanamatua Memiliki Tinggi 2.543 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Telaga Bodas Memiliki Tinggi 2.201 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Tentolomatinan Memiliki Tinggi 2.207 meter Berada di Provinsi Sulawesi Utara
Gunung Tilu Memiliki Tinggi 2.040 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Tinjaulaut Memiliki Tinggi 2.105 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Tinombala Memiliki Tinggi 2.183 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Togwomeri Memiliki Tinggi 2.680 meter Berada di Provinsi Papua
Gunung Tolondokalaud Memiliki Tinggi 2.884 meter Berada di Provinsi Sulawesi Selatan
Gunung Towengkeli Memiliki Tinggi 2.229 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Tumpu Memiliki Tinggi 2.400 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Gunung Trikora Memiliki Tinggi 4.750 meter Berada di Provinsi Papua
Gunung Ulumasen Memiliki Tinggi 2.390 meter Berada di Provinsi DI Aceh
Gunung Ungaran Memiliki Tinggi 2.050 meter Berada di Provinsi Jawa Tengah
Gunung Watuwila Memiliki Tinggi 2.000 meter Berada di Provinsi Sulawesi Tenggara
Gunung Wayang Memiliki Tinggi 2.181 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Welirang Memiliki Tinggi 3.166 meter Berada di Provinsi Jawa Timur
Gunung Wetar Memiliki Tinggi 5.282 meter Berada di Provinsi Maluku
Gunung Wilis Memiliki Tinggi 2.169 meter Berada di Provinsi Jawa TImur
Gunung Windu Memiliki Tinggi 2.054 meter Berada di Provinsi Jawa Barat
Gunung Wurlali Memiliki Tinggi 4.668 meter Berada di Provinsi Maluku
Gunung Yamin Memiliki Tinggi 4.595 meter Berada di Provinsi Papua
Gunung Yaramamafaka Memiliki Tinggi 3.370 meter Berada di Provinsi Papua



Read more...

Informasi Profil 33 Provinsi di Indonesia

07.06 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses
Provinsi Nangro Aceh Darussalam (Daerah Istimewa Aceh) (NAD)

  • Tanggal Berdiri : 7 Desember 1956 sesuai UU No. 24 Tahun 1956
  • Provinsi Nangro Aceh Darussalam (Daerah Istimewa Aceh) (NAD)
  • Tanggal Berdiri : 7 Desember 1956 sesuai UU No. 24 Tahun 1956
  • Ibu Kota : Banda Aceh
  • Luas Wilayah : Kurang lebih 57.365,57 km2
  • Posisi/Letak Geografis : 2o-6o lintang utara dan 95o-98o bujur timur
  • Jumlah Kabupaten : 21 Kabupaten/kota

Provinsi Sumatera Utara (Sumut)

- Tanggal Berdiri : 7 Desember 1956 sesuai UU No. 24 Tahun 1956
- Ibu Kota : Medan
- Luas Wilayah : Kurang lebih 71.680 km2
- Posisi/Letak Geografis : 1o-4o lintang utara dan 89o-100o bujur timur
- Jumlah Kabupaten : 25 Kabupaten/kota

Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)

- Tanggal Berdiri : 3 Juli 1958 sesuai UU No. 61 Tahun 1958
- Ibu Kota : Padang
- Luas Wilayah : Kurang lebih 42.297 km2
- Posisi/Letak Geografis : 0o30

=====

Dapatkan informasi mengenai profil 33 provinsi lengkap yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia di situs organisasi.org ini melalui fitur pencarian yang ada di sebelah kiri. Contoh kata pencarian : "provinsi banten" atau "banten". Terima kasih.



Read more...

Iklim di Indonesia

07.04 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses

Di Indonesia terdapat tiga jenis iklim yang mempengaruhi iklim di Indonesia, yaitu iklim musim (muson), iklim tropica (iklim panas), dan iklim laut.

Iklim Musim (Iklim Muson)

Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap periode tertentu. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan. Iklim musim terdiri dari 2 jenis, yaitu Angin musim barat daya (Muson Barat) dan Angin musim timur laut (Muson Tumur). Angin muson barat bertiup sekitar bulan oktober hingga april yang basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. Angin muson timur bertiup sekitar bulan april hingga bulan oktober yang sifatnya kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau.

Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas)

Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Umumnya wilayah Asia tenggara memiliki iklim tropis, sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis. Iklim tropis bersifat panas sehingga wilayah Indonesia panas yang mengundang banyak curah hujan atau Hujan Naik Tropika.

Iklim Laut

Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah laut mengakibatkan penguapan air laut menjadi udara yang lembab dan curah hujan yang tinggi.


Read more...

Definisi Doa / Do'a / Berdoa - Arti, Pengertian, Taca Cara, dan Waktu Mustajab - Agama Islam

06.59 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses
A. Arti Doa / Do'a

Doa adalah memohon atau meminta suatu yang bersifat baik kepada Allah SWT seperti meminta keselamatan hidup, rizki yang halal dan keteguhan iman. Sebaiknya kita berdoa kepada Allah SWT setiap saat karena akan selalu didengar olehNya.

B. Tujuan Berdo'a / Berdoa

  • - Memohon hidup selalu dalam bimbingan Allah SWT
  • - Agar selamat dunia akhirat
  • - Untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT
  • - Meminta perlindungan Allah SWT dari Setan yang terkutuk

C. Waktu-waktu yang tepat / mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT

  • - Ketika membaca AlQuran
  • - Setelah Solat wajib
  • - Pada saat tengah malam setelah sholat tahajud
  • - Saat melaksanakan ibadah haji
  • - Saat berpuasa wajib dan sunah

D. Adab atau Tata cara Berdoa / berdo'a

  1. Menghadap ke Kiblat / Ka'bah
  2. Sebelum berdoa membaca basmalah, istighfar dan hamdalah. Kemudian diikuti salawa nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.
  3. Mengangkat kedua telapak tangan sebelum berdoa dan mengusap muka dengan telapak tangan setelah doa.
  4. Melembutkan suara dan tenang saat berdoa
  5. khusyuk, ikhlas dan serius
  6. Berharap agar doanya diterima Allah SWT
  7. Berdoa berulang-ulang di lain waktu untuk menunjukkan keseriusan kita agar dikabulkan oleh Allah SWT
  8. Setelah berdoa ditutup dengan salawat nabi dan pujian pada Allah SWT.


Read more...

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengelolaan Kelas

23.02 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses















Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengelolaan Kelas

Sejalan dengan pengertian diatas berarti kelas dapat dipandang dari dua sudut yaitu dalam arti sempit (tradisional ) dimana kelas dilihat sebatas ruangan tempat sejumlah murid belajar. Sedangkan dalam arti luas (modern) yaitu suatu masyarakat kecil dari sekolah yang terorganisisr menjadi unit kerja system belajar mengajar dengan orientasi pencapaian tujuan.
Dalam pengertian yang kedua ini, maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi perwujudan pengelolaan kelas yaitu :

a. Kurikulum

Kurikulum kaitannya dengan pengelolaan kelas seperti pengertian diatas haruslah di rancang sebagai jumlah pengalaman edukatif yang menjadi tanggung jawab sekolah dalam membantu anak-anak mencapai tujuan pendidikannya, yang diselenggarakan secara berencana dan terarah serta terorganisir, karena kegiatan kelas bukan sekedar dipusatkan pada penyampaian sejumlah materi pelajaran atau pengetahuan yang bersifat intelektualistik, akan tetapi juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi, baik sebagai makhluk individual dan makhluk social maupun sebagai makhluk yang bermoral.

Pada sekolah madrasah Ibtida’iyah, kurikulum pada tingkat MI harus dirancangkan untuk untuk memungkinkan diselenggarakannya kegiatan kelas dalam memenuhi kebutuhan melakukan eksplorasi dan ekspenmentasi guna memeberikan pangalaman intelektual dan social yang terpadu dalam rangka realisasi diri. Oleh karena itu disamping aspek materi pengetahuan diperlukan program kelas untuk memenuhi perbedaan minat bakat dan kemampuan murid. Program tersebut dapat dilakukan melalui aspek-aspek kependidikan dibidang kesenian termasuk kesejahteraan keluarga, tekhnik, olahraga, kepramukaan dan kesehatan pada kelas-kelas terakhir sekolah menengah tingkat atas programnya harus dirancangkan untuk membantu anak-anak mewujudkan diri dalam memasuki masyarakat sebagai orang dewasa. Program itu antara lain harus diarahkan untuk memeberikan keterampilan tertentu guna memasuki lapangan kerja tingkat menengah atas disamping program untuk memeprsiapkan para remaja agar menjadi warga Negara yang memahami dan mampu menjalankan hak dan kewajibannya.

b. Gedung dan Sarana Kelas / Sekolah

Perencanaan dalam membangun sebuah gedung untuk sebuah sekolah berkenaan dengan jumlah dan luas setiap ruangan, letak dan dekorasinya yang harus disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan. Akan tetapi karena kurikulum selalu dapat beruabh. Sedang ruangan atau gedung bersifat permanen, maka diperlukan kreativitas dalam mengatur pendayagunaan ruang / gedung yang bersedia berdasarkan kurikulum yang dipergunakan. Dalam konteks ini kepandaian guru dalam pengelolaan kelas sangat dibutuhkan.

c. Guru

Hadari Nawawi menyatakan guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang bertanggung jawab dalam memebnatu anak dalam mencapai kedewasaan masing-masing. Guru dalam pengertian tersebut bukan sekedar berdiri didepan kelas untuk menyampaikan materi atau pengetahuan tertentu, akan tetapi dalam keanggotaan masyarakat yang harus aktif dan berjiwa bebas serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didiknya untuk menjadi anggota masyarakat sebagai orang dewasa.

Guru juga harus bias juga menciptakan suasana dalam kelas agar terjadi interaksi belajar mengajar yang dapat memotivasi sesuai untuk belajar dengan baik dan sungguh-sungguh.
Berdasarkan uraian-uraian diatas jelas bahwa jabatan guru sebagai suatu profesi tidak saja mulia, karena berhubungan langsung dengan masalah pendewasaan anak-anak, akan tetapi juga merupakan tugas yang cukup berat. Tugas yang mulia dan hanya dapat diwujudkan oleh orang-orang yang memiliki kecintaan terhadap pekerjaan mendidik.

d. Murid

Murid sebagai unsur kelas memiliki perasaan kebersamaan (Sense Of kolektive) merupakan kondisi yang sangat penting artinya bagi terciptanya kelas yang dinamis. Oleh karena , setiap murid harus memiliki perasaan diterima (Sense of membershif) terhadap kelasnya agar mampu ikut serta dalam kegiatan kelas. Perasaan inilah yang akan menumbuhkan rasa tanggung jawab (Sense of respsibility) terhadap kelasnya. Sikap ini akan tumbuh dengan baik apabila dilakukan tindakan-tindakan pengelolaan kelas sebagai berikut :

1) Setiap murid dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kelas, guru hanya sekedar memberi petunjuk dan bimbingan agar program atau kegiatannya sejalan dengan kurikulum.
2) Murid diberi kesempatan dalam pembagian tugas-tugas untuk kepentingan kelas.
3) Bila guru atau wali kelas berhalangan, bagi dan serahkanlah kepercayaan berupa tanggung jawab mengatur rumah tangga dan disiplin kealas diantar murid.
4) Motivasi agar setiap murid selalu bersedia mengatur kelasnya melalui kegiatan rutin, misalnya membersihkan kelas, papan tulis dan lain-lain.
5) Kembangkanlah kesediaan bekerjasama dalam setiap kegiatan.
6) Susunlah bersama murid tata tertib dan disiplin kelas serta bentuklah pengurus kelas yang bekerja selama 1 tahun ajaran.
7) Doronglah agar murid secara terus menerus ikut memikirkan kegiatan kelas dan berani mengusulkannya untuk dilaksanakan bersama didalam atau diluar kelas.

e. Diamika kelas

Kelas adalah kelompok sosial yang dinamis yang harus dipergunakan oleh setiap wali atau guru kelas untuk kepentingan murid dalam proses kependidikannya. Dinamika kelas pada dasarnya berarti kondisi kelas yang diliputi dorongan untuk aktif secara terarah yang dikembangkan melalui kretifitas dan inisiatif murid sebagai suatu kelompok, untuk itu setiap wali atau guru kelas harus berusaha menyalurkan berbagai saran, pendapat, gagasan, keterampilan, potensi dan energi yang dimiliki murid menjadi kegiatan-kegiatan yang berguna. Dengan demikian kelas tidak akan berlangsung secara statis, rutin dan membosankan.

Dinamika kelas ini dipengaruhiberbagai komponen yang sangat disiyaratkan dalam pengelolaan kelas yaitu :

1) Kegiatan administrasi manajemen

a) Perencanaan kelas

Kurikulum sebagai program umum harus diterjemahkan menjadi program-program yang kongkrit dengan mengkaitkannya menurut waktu yang tersedia, yang dapat berbentuk program tahunan, program semester atau caturwulan, program bulanan, program mingguan dan bahkan mungkin pula berupa program harian

b) Pengorganisasian kelas

Program kelas sebagai rencana kerja harus bersifat program kelas sebagai rencana kerja harus bersifat realistis dalam arti benar-benar dapat dilaksanakan dan dengan tujuan yang realistis pula dalam arti benar-benar dapat diwujudkan.

c) Pengarahan kelas

Setelah program dan organisasi disusun, selanjutnya kegiatan dilaksanakan. Pelaksanaan kegiatan itu harus diusahan untuk tidak menyimpang dari rencana atau program yang sudah disesun.

d) Koordinasi kelas

Kordinasi kelas diwujudkan dengan menciptakan kerjasama yang didasari saling pengertian akan tugas dan peranan masing-masing.kordinasi yang efektif memungkinkan setiap personal menyampaikan saran-saran dan pendapat-pendapat dan gagasan-gagasan baik dalam bidang kerjaannya sendiri maupun kerjaan orang lain.

e) Komunikasi kelas

Komunikasi antar personal dikelas dapat berlangsung secara formal didalam rapat atau musyawarah dan diskusi-diskusi dan dapat pula diwujudkan secara informal (hubungan pribadi) dalam setiap kesempatan didalam dan siluar kelas atau sekolah.

f) Kontrol kelas

Dalambentuk kongkrit control dilakuakn terhadap realisasi jadwal pengajaran, disiplin guru dan disiplin murid, pelaksanaan tugas murid, partisipasi tiap personal dalam programkelas dan lain-lain.

2) Penataan ruang dan alat pengajaran

a) Pengaturan ruang belajar

dalam pengaturan ruang belajar, hal-hal berikut perlu diperhatikan :
- Ukuran dan bentuk kelas
- Bentuk serta ukuran bangu dan meja siswa
- Jumlah siswa didalam kelas
- Jumlah siswa didalam setiap kelompok
- Jumlah kelompok didalam kelas
- Komposisi siswa dalam kelompok (seperti : siswa pandai dengan siswa kurang pandai. Pria dengan wanita).
Besarnya runagan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan. Jika ruangan tersebut memepergunakan hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan.

b) Pengaturan tempat duduk

Berdasarkan pengaturan tempat duduk diantaranya :
- Berbasis sejajar
- Pengelompokan yang terdiri atas 8 – 10 orang
- Setengah lingkaran seperti dalam teater
- Berbentuk lingkaran
- Individual yang biasanya terlihat diruang baca atau perpustakaan
- Adanya dan tersedianya ruang yang sifatnya bebas di kelas disamping bangku tempat duduk diatur.

c) Ventilasi dan pengaturan cahaya

Suhu, vebtilasi dan penerangan (kendati guru sulit mengatur karena sudah ada) adalah asset penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyaman. Oleh karena itu ventilasi harus cukup menjamin kebebasan siswa.

d) Pengaturan penyimpanan barang

Menurut Suhaenah Suparno seperti yang dikutip oleh Abdul Majid mengemukakan kriteriayang hrus dipenuhi ketika melakukan penataan fasilitas ruang kelas sebagai berikut :

(1) Penataan ruangan dianggap baik apabila menunjang efektifitas proses pembelajaran yang salah satu petunjuknya adalah bahwa anak-anak belajar dengan aktif dan dapat mengelola kelas dengan baik.
(2) Penataan tersebut bersifat felksibel (luwes) sehingga perubahan dari satu tujuan ke tujuan yang lain dapat dilakukan dengan sedemikian rupa sehingga sesuai dengan sifat kegiatan yang dituntut oleh tujuan yang yang akan dicapai pada waktu itu.
(3) Ketika anak belajar tentang suatu konsep, maka ada fasilitas-fasilitas yang yang dapat memeberikan bantuan untuk memperjelas konsep-konsep tersebut.
(4) Penataan ruang dan fasilitas yang ada dikelas harus mampu membentu siswa meningkatkan motivasi siswa untuk belajar sehingga mereka merasa senang dalam belajar.
3) Kedisiplinan kelas
Dalam arti luas disiplin mencakup setiap macam pengaruh yang ditunjukkan untuk membantu peserta didik agar dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan juga penting tentang cara menyelesaikan tuntutan yang mungkin ingin ditujukan peserta didik terhadap lingkungannya. Suatu keuntungan lain dari disiplin adalah peserta didik hidup dengan pembiasaan yang baik positif dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya.
Disekolah disiplin banyak digunakan untuk mengontrol tingkah laku peserta didik yang dikehendaki agar tugas-tugas disekolah dapat berjalan dengan optimal.



Read more...

PENATAAN RUANG KELAS

23.00 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses

PENATAAN RUANG KELAS

Agar tercipta suasana belajar yang menggairahkan, perlu diperhatikan pengaturan/penataan ruang kelas belajar. Penyusunan dan pengaturan ruang belajar hendaknya memungkinkan anak duduk bekelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu siswa dalam belajar. Dalam pengaturan ruang belajar, hal-hal berikut perlu diperhatikan :

- ukuran dan bentuk kelas
- bentuk serta ukuran bangku dan meja siswa
- jumlah siswa dalam kelas
- jumlah siswa dalam setiap kelompok
- jumlah kelompok dalam kelas
- komposisi siswa dalam kelompok (seperti siswa yang pandai dan kurang pandai, pria dan wanita)

(Conny Semawan,dkk., 1985 ;64)
Dalam masalah penataan ruang kelas ini uraian akan di arahkan pada pembahasan masalah pengaturan tempat duduk, pengaturan alat-alat pengajaran, penataan keindahan dan kebersihan kelas, dan ventilasi serta tata cahaya. Tetapi yang akan di bahas pada makalah ini hanya tentang pengaturan tempat duduk.



Read more...

phonetics

22.51 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses
phonetics, an emphasis given to a syllable of speech...

phonetics, an emphasis given to a syllable of speech by making it louder than the rest of the word. This emphasis may have no meaning; for example, Czech words are regularly stressed on the first syllable. It may, however, distinguish the meanings of similarly spelled but differently pronounced words; for example, permit is stressed on the first syllable as a noun and on the second as a verb. It may also be applied to a word to express its importance in a sentence. See also intonation.


Read more...

Fonetik

22.45 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses

















Fonetik mengacu pada artikulasi bunyi bahasa.

Fonetik

Fonetik mengacu pada artikulasi bunyi bahasa. Para ahli fonetik telah berhasil menentukan cara artikulasi dari berbagai bunyi bahasa dan membuat abjad fonetik internasional sehingga memudahkan seseorang untuk mempelajari dan mengucapkan bunyi yang tidak ada dalam bahasa ibunya. Misalnya dalam bahasa Inggris ada perbedaan yang nyata antara bunyi tin dan thin, dan antara they dan day,.
Abjad fonetik internasional, yang didukung oleh laboratorium fonetik, departemen linguistik, UCLA, penting dipelajari oleh semua pemimpin, khususnya pemimpin negara. Dengan kemampuan membaca abjad fonetik secara tepat, seseorang dapat memberikan pidato dalam ratusan bahasa.


Read more...

Pengertian bahasa

22.44 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses
Pengertian bahasa

Pada zaman Yunani para filsuf meneliti apa yang dimaksud dengan bahasa dan apa hakikat bahasa. Para filsuf tersebut sependapat bahwa bahasa adalah sistem tanda. Dikatakan bahwa manusia hidup dalam tanda-tanda yang mencakup segala segi kehidupan manusia, misalnya bangunan, kedokteran, kesehatan, geografi, dan sebagainya. Tetapi mengenai hakikat bahasa – apakah bahasa mirip realitas atau tidak – mereka belum sepakat. Dua filsuf besar yang pemikirannya terus berpengaruh sampai saat ini adalah Plato dan Aristoteles.
Ruang Lingkup Ilmu Bahasa
Secara umum, bidang ilmu bahasa dapat fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Beberapa bidang tersebut dijelaskan dalam sub-bab berikut ini.


Read more...

elision,

22.42 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses
elision, the slurring or suppression of.....
elision, the slurring or suppression of a vowel sound or syllable, usually by fusing a final unstressed vowel with a following word beginning with a vowel or mute h, as in French l'homme or in Shakespeare's ‘Th'expense of spirit’. In poetry, elision is used in order to fit the words to the metre of a verse line (see synaeresis). Another form of contraction sometimes distinguished from elision is syncope, in which a letter or syllable within a word is omitted (e.g. o'er for over, heav'n for heaven).

verb: elide.


Read more...

linguistics, intonation

22.40 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses
In linguistics, intonation is the variation of pitch when speaking. Intonation and stress are two main elements of linguistic prosody.....
In linguistics, intonation is the variation of pitch when speaking. Intonation and stress are two main elements of linguistic prosody.

Many languages use pitch syntactically, for instance to convey surprise and irony or to change a statement to a question. Such languages are called intonation languages. English and French are well-known examples. Some languages use pitch to distinguish words; these are known as tonal languages. Chinese, Thai, and Hausa are examples. An intermediate position is occupied by languages with tonal word accent, for instance Norwegian or Japanese.

Rising intonation means the pitch of the voice increases over time; falling intonation means that the pitch decreases with time. A dipping intonation falls and then rises, whereas a peaking intonation rises and then falls.

The classic example of intonation is the question-statement distinction. For example, northeastern American English, like very many languages (Hirst & DiCristo, eds. 1998), has a rising intonation for echo or declarative questions (He found it on the street?), and a falling intonation for wh- questions (Where did he find it?) and statements (He found it on the street.). Yes or no questions (Did he find it on the street?) often have a rising end, but not always. The Chickasaw language has the opposite pattern, rising for statements and falling with questions.

Dialects of British and Irish English vary substantially,[1] with rises on many statements in urban Belfast, and falls on most questions in urban Leeds.

Transcription

In the International Phonetic Alphabet, "global" rising and falling intonation are marked with a diagonal arrow rising left-to-right [↗] and falling left-to-right [↘], respectively. These may be written as part of a syllable, or separated with a space when they have a broader scope:

He found it on the street?
[hi faÊŠnd ɪt | É‘n ðÉ™ ↗stɹit ‖ ]

In the previous example, the global rise symbol is placed between the transcriptions for the words "the" and "street".

Yes, he found it on the street.
[↘ jÉ›s ‖ hi faÊŠnd ɪt | É‘n ðÉ™ ↘stɹit ‖ ]

In that example, the symbol for a global fall was placed before the transcription for the word "yes," as well as between the transcriptions for the words "the" and "street".

How did you ever escape?
[↗haÊŠ dɪdju | É›vÉš | ɪ↘skeɪp ‖ ]

Here, the global rise symbol is place before the transcription for the word "how" and the global fall symbol is placed between the two syllables in "escape", after the small capital letter "I" which represents the sound [ɪ].

More specific transcription systems for intonation have also been developed, such as ToBI (Tones and Break Indices), RaP (Rhythm and Pitch) and INTSINT (Hirst & Di Cristo, eds. 1998).


Read more...

The Soul Of STKIP.YPUP.MAKASSAR

22.35 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses






















KAMI.............

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Rasional

KTSP yang merupakan kurikulum operasional yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan serta merupakan acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan berbagai ranah pendidikan ( pengetahuan, keterampilan dan sikap ) dalam satuan pendidikan dasar menengah

Landasan

Pengembangan KTSP dilandasi oleh Undang – undang dan peraturan sebagai berikut.
1. Undang – undang No 20 Tahun 23, Pasal 38 ayat 2 dan Pasal 52 ayat 1.
2. Peraturan pemerintah No 19 Tahun 2005 Pasal 17 ayat 2 dan Pasal 49 ayat 1.
3. Peraturan Mendiknas No 22 tahun 2006.
4. Peraturan Mendiknas No 23 tahun 2006.
5. Peraturan Mendiknas No 24 tahun 2006.

Tujuan

Meningkatkan mutu pendidikan,
Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat.
Meningkatkan kompetensi yang sehat antar satuan pendidikan.

Visi

Mewujudkan manusia yang Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Akur dan Jujur berlandaskan IMTAQ dan IPTEK, serta siap bersaing dalam era globalisasi

Misi

1. Meningkatkan pemahaman dan pengalaman ajaran agama.
2. Membentuk kepribadian yang tangguh berlandaskan IMTAQ dan IPTEK.
3. Menciptakan iklim dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
4. Mengembangkan semangat keunggulan dan bernalar sehat.
5. Meningkatkan komitmen seluruh tenaga kependidikan terhadap tugas pokok dan fungsinya.
6. Mewujudkan pelayanan yang prima bagi seluruh komponen yang terkait.
7. Mengembangkan teknologi informasi dan telekomunikasi.

Strategi

Mematangkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Membekali peserta didik dengan IMTAQ dan IPTEK.
Membekali Peserta didik agar memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, teknologi informasi dan komunikasi secara mandiri.
Menamamkan sikap ulet, kreatif, dan gigih dalam berkompetisi.
Membekali peserta didik agar mampu bersaing dan melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Menanamkan kebiasan belajar yang baik.
Memberikan peserta didik keterampilan dasar
Standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK – KD)
Merupakan arah dan landasan pengembangan materi standar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian
Ruang Lingkup
1. Mendengarkan.
2. Berbicara.
3. Membaca.
4. Menulis.

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mendengarkan
1. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung/tidak langsung. 1.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan non berita)
1.2 Mengidentifikasi unsur sastra (intrinsic dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman

STRUKTUR KURIKULUM

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran
Mata Pelajaran
Muatan Lokal
Pengembangan diri
Kegiatan konseling
Kegiatan ekstrakurikuler

BEBAN BELAJAR

Beban belajar diatur dengan menggunakan system paket yang dipadukan dengan sistem kredit semester ( SKS ),
Ketentuan belajar
Kenaikan Kelas
Peserta didik harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran dikelas yang bersangkutan.
Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal lebih dari tiga mata pelajaran.
Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal lebih dari tiga mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program studi.
Peserta didik memperoleh nilai minimal yang baik pada penilaian akhir tahun pelajaran untuk seluruh mata pelajaran dalam semua kelompok mata pelajaran
· Penjurusan
Waktu Penjurusan
Kriteria penjurusan program studi meliputi
· Kelulusan
Sesuai dengan PP No. 19/2005 Pasal 72 Ayat (1),
Mutasi
Memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Menyesuaikan bentuk laporan hasil belajar (LHBS) dari sekolah asal sesuai dengan bentuk rapor yang digunakan di sekolah tujuan.
Mengikuti seleksi masuk dengan tes sesuai dengan program yang diminati dan hasilnya diumumkan secara terbuka.
pendidikan kecakapan hidup,
Mencakup kecakapan spiritual, kecakapan pribadi, kecakapan social, kecakapan akademik, dan kecakapan vokasional secara terpadu, dan merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri

KALENDER PENDIDIKAN

untuk diketahui dan dilaksanakan oleh seluruh civitas akademika.





Read more...

22.25 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses






















SILABUS

Sekolah : SMP
Kelas : VII (tujuh)
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Semester : 1 (satu)
Standar Kompetensi : 5. Membaca
Memahami makna dalam teks tulis fungsional pendek sangat sederhana yang berkaitan dengan lingkungan terdekat.

Penilaian

Teknik Bentuk
Instrumen Contoh
Instrumen

5.1 Membaca nyaring bermakna kata, frasa, dan kalimat dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang berterima yang berkaitan dengan lingkungan terdekat Pronunciation kata dan intonation : frasa, kalimat yang telah dipelajari 1. Mendengarkan dan merespon hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca nyaring:pronunciation, intonation
2. Mendengarkan model membaca nyaring
3. Menirukan membaca nyaring dengan intonasi dan jeda sesuai dengan model
4. Membaca nyaring sendiri dengan lafal,intonasi,dan jeda yang baik dan benar 1. Melafalkan kata,frasa dan kalimat dengan baik dan benar
2. Membaca kata frasa dan kalimat dengan intonasi yang benar
3. Membaca nyaring dengan baik dan benar
Tes unjuk kerja
Tes tulis Uji petik membaca nyaring
Benar/salah Read the text a loudly and carefully

Write true (T)or false (F) according to the text
·1 My brother and I have brown eyes….(T/F) 2x40
menit Script text fungsional pendek lisan dari buku teks
Gambarphysical appearance

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SMP : …..
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas/Semester : VII ( Tujuh ) /1
Standar Kompetensi : 5. Memahami makna dalam teks tulis fungsional pendek sangat sederhana yang berkaitan dengan lingkungan terdekat.
Kompetensi Dasar : 5. 1.Membaca nyaring bermakna kata, frasa, dan kalimat dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang berterima yang berkaitan dengan lingkungan terdekat.

Indikator :

Melafalkan kata, frasa dan kalimat dengan baik dan benar
Membaca kata frasa dan kalimat dengan intonasi yang benar
Membaca nyaring dengan baik dan benar
Jenis Teks : Teks fungsional pendek “physical appereance”
Tema : Personal life
Aspek / Skill : Membaca
Alokasi waktu : 2 x 40 menit

Tujuan Pembelajaran

Pada akhir pembelajaran siswa dapat :
a. Melafalkan kata dengan baik dan benar
b. Melafalkan frasa dengan baik dan benar
c. Melafalkan kalimat dengan baik dan benar
d. Membaca kata dengan intonasi yang benar
e. Membaca frasa dengan intonasi yang benar
f. Membaca kalimat dengan intonasi yang benar
g. Membaca nyaring dengan baik dan benar

Materi Pembelajaran

a. Pronunciation kata dan Intonation : frasa,kalimat yang telah dipelajari dalam teks sebagai berikut :
My brother and I look very different. I have brown eyes and he has black eyes. We both have black hair, I have long, straight hair, and he has short, curly hair. I’m tall and thin, he’s short and fat.
h. Kosa kata terkait tema / jenis teks.
Misalnya : short, straight dsb.
i. To Be : am, is, are
j. Personal Pronouns : I, We, He, She
Metode Pembelajaran / Teknik : Three-phase technique(pre reading,whist reading,post reading)

Langkah – langkah Kegiatan

a. Kegiatan Pendahuluan
· Tanya jawab berbagai hal terkait materi sebelumnya.
· Sisiwa menjawab pertanyaaan ciri fisik diri sendiri.
k. Kegiatan Inti
· Mendengarkan bacaan tentang physical appearance
· Mendengarkan kalimat – kalimat yang diucapkan guru
· Membaca dengan suara nyaring
· Membaca frasa dan kata dengan intonasi yang benar
· Menirukan kalimat – kalimat yang diucapkan guru
· Menjawab pertanyaan tentang isi bacaan

l. Kegiatan Penutup

Menanyakan kesulitan sisiwa selama PBM
Menyimpulkan materi pembelajaran
Menugaskan siswa menggunakan ungkapan – ungkapan tentang ciri fisik siswa.
5. Sumber Belajar
a. Buku teks yang relevan :Bahasa Inggris SMP, Kistono dkk,Yudhistira,2005,hal 7.
b. Gambar – gambar yang relevan.
6. Penilaian
Teknik : Membaca teks / menjawab pertanyaan bacaan.
Bentuk : Pertanyaan tulisan

Instrumen :

Observe these two people in the picture, then read the text a loud
My brother and I look very different. I have brown eyes and he has black eyes. We both have black hair, I have long, straight hair, and he has short, curly hair. I’m tall and thin, he’s short and fat.
Write true (T) true or false (F) according to the text.
1. My brother and I have brown eyes (T/F)
2. My brother has black eyes (T/F)
3. I have short eyes (T/F)
4. My hair is short (T/F)
5. My brother’s hair is curly (T/F)
6. I’m not short (T/F)
7. My brother is heavy (T/F)
8. My brother is also tall (T/F)
9. I’m fat (T/F)
10. We look very different (T/F)

Pedoman Penilaian

1. Untuk nomor I, bacaan dengan intonasi yang tepat skor 3
2. Untuk nomor II, tiap jawaban yang benar diberi skor 2
3. Jumlah skor maksimal I 1 x 3 = 3
II 10 x 2 = 20
Jumlah = 23
4. Nilai Maksimal = 10

5. Nilai siswa = skor perolehan x 10
Skor Maksimal
Rubrik Penilaian

No Uraian Skor
I


II Bacaan, intonasi yang tepat
Bacaan, intonasi yang kurang tepat
Tidak membaca
Setiap jawaban yang benar
Setiap jawaban yang salah/tidak dijawab 3
2
0
2
0

Mengetahui : ……………,2008
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran





NIP. NIP.
Oleh :
1. M Fadli Jabir
08.14.116



Read more...

Minggu Pembayaran SPP di Kampus

22.12 Reporter: STKIP.YPUP.Makassar 0 Responses








Minggu Liburan usai jek...










Saat yang paling menjemukan adalah mesti lama-lama antri di loket pembayaran.Meski demikian antusias para mahasiswa dalam melanjutkan program perkuliahan yang akan dimulai awal bulan.

Dalam proses kebanyakan.pihak akademik cenderung menggunakan jasa perbankan dalam kelancaran pembayaran mahasiswa. Cara seperti ini sudah lazim digunakan agar proses registrasi dan segala-sesuatunya dapat lebih teratur.

Selain praktis karena dapat dilakukan dengan cara transfer cara ini juga dapat digunakan sebagai wadah kerjasama antara pihak kampus dan Bank yang kita ketahu bersama kebutuhan ini tidak dapat diabaikan......




Read more...

Ciri Comment yang baik : No Broken Link | Max 150 karakter huruf | 3 karakter smile icon | No Referals link | 1 link page source | Bahasa yang mudah dimengerti | No Spam and Pornography | ----Update Filter comment berlaku---- | Terimakasih
Google
Bagaimana mengubah blog menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai
Bagaimana mengubah blog menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Subscribe to Gallery Fadli by Email
Undergoing MyBlogLog Verification

Pengikut